Minggu, 17 Februari 2013
Berkatalah yang Baik atau Diam
Abu
Hurairah z menyampaikan dari Rasulullah n,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا فِى النَّارِ
“Sesungguhnya seseorang mengatakan satu ucapan yang dia tidak menganggapnya sebagai ucapan jelek, namun ternyata dengan ucapannya itu dia terjerumus selama tujuh puluh tahun di dalam neraka.” (HR. at-Tirmidzi no. 2314, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Penyebutan tujuh puluh tahun di sini bermaksud menunjukkan lamanya masa tinggalnya di dalam neraka, bukan menunjukkan batas waktu (hanya selama tujuh puluh tahun, -pen.). (Tuhfatul Ahwadzi, hlm. 1849)
Apabila kita sudah mengetahui ancaman Rasulullah n ini, mestinya kita tak lagi membiarkan buah hati yang kita cintai menuai kebinasaan, wal ’iyadzu billah!
Dengan terus memohon kepada Allah l, kita arahkan anak-anak agar terbiasa berkata-kata yang baik dan jauh dari segala macam perkataan jelek. Dengan begitu, mereka akan dapat menciptakan hubungan baik dengan siapa pun yang bergaul dengan mereka. Abu Hurairah z menceritakan,
أَنَّ رَسُولَ اللهِ n وَقَفَ عَلَى نَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُم مِنْ شَرِّكُم؟ قَالَ: فَسَكَتُوا، فَقَالَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا. قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ لاَ يُرْجَى خَيْرُهُ وَلاَ يُؤْمَنُ شَرُّهُ
Rasulullah n pernah berdiri di hadapan sekelompok sahabat yang sedang duduk. Lalu beliau bertanya, “Maukah kuberitahukan tentang orang yang terbaik dan orang yang terjelek di antara kalian?” Para sahabat terdiam. Beliau mengulangi pertanyaan itu sampai tiga kali. Berkatalah salah seorang dari mereka, “Tentu, wahai Rasulullah. Beri tahukanlah kepada kami orang yang terbaik dan orang yang terjelek di antara kami.” Beliau pun berkata, “Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang bisa diharap kebaikannya dan orang lain merasa aman dari kejelekannya. Adapun orang yang terjelek di antara kalian adalah orang yang tak bisa diharap kebaikannya dan orang lain tak bisa merasa aman dari kejelekannya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2263, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Lebih dari itu, ucapan yang baik akan membuahkan keutamaan di akhirat nanti. Ini sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah n dalam hadits Sahl bin Sa’ad z,
مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
“Siapa yang bisa menjamin untukku apa yang ada di antara dua janggutnya (lisan -red.) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan -red.), aku akan menjamin surga baginya.” (HR. al-Bukhari no. 6474)
Bahkan, ucapan yang lembut kepada ibu akan membawa kebaikan yang amat besar bagi mereka. Dikisahkan oleh Thaisalah bin Mayyas,
قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ: أَتَفْرَقُ مِنَ النَّارِ وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ؟ قُلْتُ: إِي، وَاللهِ! قَال: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قُلْتُ: عِنْدِي أُمِّي. قَالَ: فَوَاللهِ، لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الكَبَائِرَ.
Ibnu ‘Umar z pernah bertanya kepadaku, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” “Ya, demi Allah!” jawabku. “Kedua orang tuamu masih hidup?” ia bertanya lagi. “Aku masih punya ibu,” jawabku. “Demi Allah! Sungguh, kalau engkaulemah lembut berbicara dengannya dan selalu memberinya makan, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau jauhi dosa besar.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 8, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih al-Adabil Mufrad no. 6)
Demikianlah kenyataannya. Ucapan baik yang dibiasakan akan menjadi sesuatu yang melekat dan akan memuliakan pemiliknya di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, ucapan jelek yang biasa terucapkan akan melekat pula dan menghinakan pemiliknya di dunia dan di akhirat.
Dinyatakan oleh Rasulullah n dalam sabda beliau yang dinukil oleh sahabat yang mulia, Abu Hurairah z,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَرْفَعُهُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
“Sungguh, seseorang mengucapkan sebuah perkataan yang termasuk ucapan yang diridhai oleh Allah l, yang dia tidak menaruh perhatian pada ucapan itu, ternyata dengan ucapan itu Allah l mengangkatnya beberapa derajat. Sungguh, ada pula seorang hamba mengucapkan sebuah perkataan yang termasuk perkataan yang dimurkai oleh Allah l, yang dia tidak menaruh perhatian pada ucapan itu, ternyata dengan ucapan itu dia terjatuh ke dalam neraka Jahannam.” (HR. al-Bukhari)
Ketika Mu’adz bin Jabal z bertanya tentang amalan-amalan yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, Rasulullah n kemudian bersabda,
أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمِلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى، يَا رَسُوْلَ الله. قَالَ: فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ، قَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ؟ فَقَالَ: ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ – أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِم؟
“Maukah engkau kuberi tahu apa yang mengokohkan itu semua?” “Mau, wahai Rasulullah!” jawabku. Beliau pun memegang lidah beliau sambil berkata, “Tahanlah olehmu ini!” Aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, akankah kita dihukum karena apa yang kita ucapkan?” Beliau bersabda, “Ibumu kehilangan engkau, wahai Mu’adz! Bukankah seseorang ditelungkupkan dalam neraka di atas wajah mereka—atau hidung mereka—karena hasil ucapannya?” (HR. at-Tirmidzi no. 2616, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Lihat kembali anak-anak kita! Perhatikan dengan baik ucapan yang keluar dari lisan mereka! Segera benahi apa yang salah dari perbincangan mereka. Jangan biarkan mereka tenggelam dalam kesalahan dan kekeliruan. Kelak kita akan mempertanggungjawabkan kelalaian itu di hadapan Rabb semesta alam.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا فِى النَّارِ
“Sesungguhnya seseorang mengatakan satu ucapan yang dia tidak menganggapnya sebagai ucapan jelek, namun ternyata dengan ucapannya itu dia terjerumus selama tujuh puluh tahun di dalam neraka.” (HR. at-Tirmidzi no. 2314, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Penyebutan tujuh puluh tahun di sini bermaksud menunjukkan lamanya masa tinggalnya di dalam neraka, bukan menunjukkan batas waktu (hanya selama tujuh puluh tahun, -pen.). (Tuhfatul Ahwadzi, hlm. 1849)
Apabila kita sudah mengetahui ancaman Rasulullah n ini, mestinya kita tak lagi membiarkan buah hati yang kita cintai menuai kebinasaan, wal ’iyadzu billah!
Dengan terus memohon kepada Allah l, kita arahkan anak-anak agar terbiasa berkata-kata yang baik dan jauh dari segala macam perkataan jelek. Dengan begitu, mereka akan dapat menciptakan hubungan baik dengan siapa pun yang bergaul dengan mereka. Abu Hurairah z menceritakan,
أَنَّ رَسُولَ اللهِ n وَقَفَ عَلَى نَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُم مِنْ شَرِّكُم؟ قَالَ: فَسَكَتُوا، فَقَالَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا. قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ لاَ يُرْجَى خَيْرُهُ وَلاَ يُؤْمَنُ شَرُّهُ
Rasulullah n pernah berdiri di hadapan sekelompok sahabat yang sedang duduk. Lalu beliau bertanya, “Maukah kuberitahukan tentang orang yang terbaik dan orang yang terjelek di antara kalian?” Para sahabat terdiam. Beliau mengulangi pertanyaan itu sampai tiga kali. Berkatalah salah seorang dari mereka, “Tentu, wahai Rasulullah. Beri tahukanlah kepada kami orang yang terbaik dan orang yang terjelek di antara kami.” Beliau pun berkata, “Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang bisa diharap kebaikannya dan orang lain merasa aman dari kejelekannya. Adapun orang yang terjelek di antara kalian adalah orang yang tak bisa diharap kebaikannya dan orang lain tak bisa merasa aman dari kejelekannya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2263, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Lebih dari itu, ucapan yang baik akan membuahkan keutamaan di akhirat nanti. Ini sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah n dalam hadits Sahl bin Sa’ad z,
مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
“Siapa yang bisa menjamin untukku apa yang ada di antara dua janggutnya (lisan -red.) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan -red.), aku akan menjamin surga baginya.” (HR. al-Bukhari no. 6474)
Bahkan, ucapan yang lembut kepada ibu akan membawa kebaikan yang amat besar bagi mereka. Dikisahkan oleh Thaisalah bin Mayyas,
قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ: أَتَفْرَقُ مِنَ النَّارِ وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ؟ قُلْتُ: إِي، وَاللهِ! قَال: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قُلْتُ: عِنْدِي أُمِّي. قَالَ: فَوَاللهِ، لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الكَبَائِرَ.
Ibnu ‘Umar z pernah bertanya kepadaku, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” “Ya, demi Allah!” jawabku. “Kedua orang tuamu masih hidup?” ia bertanya lagi. “Aku masih punya ibu,” jawabku. “Demi Allah! Sungguh, kalau engkaulemah lembut berbicara dengannya dan selalu memberinya makan, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau jauhi dosa besar.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 8, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih al-Adabil Mufrad no. 6)
Demikianlah kenyataannya. Ucapan baik yang dibiasakan akan menjadi sesuatu yang melekat dan akan memuliakan pemiliknya di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, ucapan jelek yang biasa terucapkan akan melekat pula dan menghinakan pemiliknya di dunia dan di akhirat.
Dinyatakan oleh Rasulullah n dalam sabda beliau yang dinukil oleh sahabat yang mulia, Abu Hurairah z,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَرْفَعُهُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
“Sungguh, seseorang mengucapkan sebuah perkataan yang termasuk ucapan yang diridhai oleh Allah l, yang dia tidak menaruh perhatian pada ucapan itu, ternyata dengan ucapan itu Allah l mengangkatnya beberapa derajat. Sungguh, ada pula seorang hamba mengucapkan sebuah perkataan yang termasuk perkataan yang dimurkai oleh Allah l, yang dia tidak menaruh perhatian pada ucapan itu, ternyata dengan ucapan itu dia terjatuh ke dalam neraka Jahannam.” (HR. al-Bukhari)
Ketika Mu’adz bin Jabal z bertanya tentang amalan-amalan yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, Rasulullah n kemudian bersabda,
أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمِلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى، يَا رَسُوْلَ الله. قَالَ: فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ، قَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ؟ فَقَالَ: ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ – أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِم؟
“Maukah engkau kuberi tahu apa yang mengokohkan itu semua?” “Mau, wahai Rasulullah!” jawabku. Beliau pun memegang lidah beliau sambil berkata, “Tahanlah olehmu ini!” Aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, akankah kita dihukum karena apa yang kita ucapkan?” Beliau bersabda, “Ibumu kehilangan engkau, wahai Mu’adz! Bukankah seseorang ditelungkupkan dalam neraka di atas wajah mereka—atau hidung mereka—karena hasil ucapannya?” (HR. at-Tirmidzi no. 2616, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani t dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)
Lihat kembali anak-anak kita! Perhatikan dengan baik ucapan yang keluar dari lisan mereka! Segera benahi apa yang salah dari perbincangan mereka. Jangan biarkan mereka tenggelam dalam kesalahan dan kekeliruan. Kelak kita akan mempertanggungjawabkan kelalaian itu di hadapan Rabb semesta alam.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.
Sabtu, 16 Februari 2013
membantu orang lain
Orang yang wajib kita bantu adalah orang yang lebih susah dari kita.
Maka jangan beranggapan bahwa :
“Saya tidak memiliki banyak uang, bila saya telah memiliki uang lebih, saya akan membantu orang lain…. “
Jika demikian maka anda tidak akan memiliki kesempatan untuk membantu sesama.
Walaupun anda hanya membantu dengan seratus rupiah, namun bila itu merupakan semua kekayaan anda, maka perbuatan baik anda lebih patut dihormati daripada seorang kaya raya yang menyumbangkan sepuluh juta rupiah, dan anda lebih banyak memperoleh pahala.
Jadi membantu sesama bukan diukur dari jumlah uang bantuan, namun diukur dari berapa besarnya ketulusan dan kebaikkan hati anda.
Kamis, 14 Februari 2013
Tawasul Syeh Abdul Qadir Jailani
Tawasul Syeh Abdul Qadir Jailani
Indal Zikri aulia Tanzilal Rahmat
Artinya: “ketika menyebutkan kerahmatan aulia allah
itu menurunkan beberapa rahmat. Setengah berkata syeh a’duwi hamdawi”
Attassyabahu Bizikrihim Muntaziru
Nuzulul Rahmati
Artinya : bermula menyerupai
dengan menyebut segala munakip waliyullah hu mewajibkan turun rahmat
Wahe ya Allah dengan berekat Syeh
Abdul Qadir Jailani
Kemauan neubri iman sepurna nebri
makrifat ile besyuram.
Berekat sultan cuco maulana
ya Allah hu dengan berekat syeh Abdul Qadir Jailani neubri razeki melipat
ganda.
Nebri beujioeh maksiat lam hate berkat syeh Abdul Qadir Jailani
yang angkai syuruga yaallah hu dengan berekat kutup rabbani kekamoe nebri lepah
bak titi apui neraka. Selamat iman oeh wate mate berekat syeh Abdul Qadir
Jailanidalam kubu meusyahya.
Ya Allahhu berekat
syeh muda wali laju beu nebri menang agama.
Ya Allah hu dengan berekat Abu lam ateuk Muhammad perti kekamoe
neubri selamat akhirat donya. Ya Allah
hu dengan berekat Abuya Kama Ruddin neubri lon yakin taubat nasuha.
Ya Allahhu dengan berekat Abdul Qadir Jailani di nangroe kampari
gure Abuya, ya Allah hu dengan berekat guruku ini, ya Allah neubri beujioh bala
dan rencana donya ya Allah hu dengan berekat Abuya Cotrap hate bemangat kenoe
loen teka
Ya Allah hu dengan
berekat Abdul Rauf hate beusungguh ateuh
agama, ya Allah hu dengan berekat Abon
Abdullah di tanoeh Mirah Aceh Utara yang keramat that murid le lepah lagi sinan
na, ya Allah hu dengan berekat Abu
Pelemat nebri roh taubat saudara lingka.
Ya Allah hu dengan
berekat imam tharikat Syeh Muhammad Baha Uddin tetap loen yakin hate keugata.
Ya Allah hu dengan berekat tengku syik gunoeng seredang hate goet trang ban
uroe jula.
Ya Allah hu dengan
berekat ahli sansilah neubri bebangah ampoen dosa ubit ngoen raya, neubri
beumenang gampong dengan gle berekat
Syeh Abdul Qadir Jailani yang tanggongan
syuruga.
Ya Allahhu berekat Rasullah pang ule alam neubri
beumenang segala-gala.
Ya Allah berekat Aulia tengku Syik di cucong neubri di jundrong
tharikat beuna. Ya Allahhu dengan berekat tengku syik di lapang bek nebri karam
segala-gala. Berekat gure tengku
Syeh Abah krueng amalan neutueng bek sia-sia.
Ya Allahhu dengan berekat gure bandum keramat hate beumangat kepada
gata.
Ya Allah berekat gure
poe teumeruhom neubri ban bandum selamat syawa. Bek sage saket iman lam badan
berekat sultan raja aulia Syeh Abdul Qadir Jailani keramat yang trang jeut
neuterbang lam awan mega.
Ya Allahhu dengan
berekat isim yalalut betroeh maksud segala-gala e-poe keugata.
Ya Allahhu dengan
berekat Abuya Budi keukamoe neubri amalan beukaya. Berekat Abu syeh Abu Syeh
Hasan krueng kale keukamoe neubri nanggroe meusyahya.
Ya Allahhu dengan
berekat raja sultan zik bandum neu peuse jahe lam dada, lagi bangsa Syeh bangsa
Quraisyi Watajun Asfiyai Kulah kama Saufiya, kamaoe tawasul bak Syeh yang suci
e-poe loen neubri hajat ngoen pinta.
Syeh Abdul Qadir
Jailani gure imum Syafi’I dan imum hanbali murid teuma.
Syeh Abdul Qadir Jailani geunaseh Tuhan jeut nebantuan murid dalam
kerenda. Oeh ta-e nesu-e murid digopnyan laju neudatang tongkat neuhila.
Ya Allahhu dengan
berekat syeh Abdul Qadir Jailani keukamoe neubri bek gangguan donya, Ya Allahhu dengan
berekat isim jalalut bektroeh mekeusud akhirat donya.
NARUT DUBIKAL A’DA A AMING KULLI WAJIHATEN WABIL ISMI RARMIHIM,
MINAL BU U’DI BISSYATAT
Artinya
: “dengan kuasa nibak droe neuh wahe Allah neupejioh segala musoeh
beneutengah, nepeujioh wahe poe-loen dum mungkaran han ek soe then malingkan
droe neuh tuban.”
Berekat Abu Syeh Abu Yazid imum
tharikat raja sultan epo murahan keu hamba-hamba syeh Abdul Qadir Jailani karoe
nya makbut ban lahe lam pruet ka nepuasa oeh tae kalahe buleun ramadhan han le
ne makan siang susu ibunda.
Oh diloep uroe buleun ramadhan baroe
nemakan susu ibunda. Nyan tanda lebeh keramat yang trang ban lahe bal nang
kaneupuasa. keramat
laen hantoem na meunan, kuasa tuhan hantrok tahingga. Loem berekat syeh neukhen
ban sau yang patuhan loen tuan meutong gata, didonya untong akhirat menang
tuhan bri saying ringan azabnya. Lagi
neuk male aneuk neuh katan keramat goep nyan anek neuh kana.
Laju tuan syeh doa bak tuhan epo
murahan anek keu nek na, laju nejaweb firman tuhan nek nyue anek tan male an
tuhu, eya tuhan yang that murahan nebri kenek nyan aneuk medua.
Eya
tuan syeh aneuk nek nyan tan kalheh tapandang bak louh that hampa. Nyan dum
keramat, kuasa tuhan anek di nek tan dudoe nebri na. menan cit ureng sae yang
murahan ditem sebutan keramat tiba.
Minggu, 03 Februari 2013
PANDANGAN MAZHAB TERHADAP HUKUM MENGGUNAKAN SEX TOYS (Studi Perbadingan Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali)
Nama :
Fakhrul Razi
Nim :
130807972
Fakultas/ Jurusan : Syariah/ Perbandingan Mazhab dan Hukum
Tanggal Munaqasyah : 26 Desember 2012
Lulus Dengan Nilai : A (Istimewa)
Tebal Skripsi : 65 Halaman
Pembimbing I : Prof. Dr. H. Mukhsin Nyak Umar, MA
Pembimbing II : Husni Mubarak, Lc.MA
ABSTRAK
Manusia memiliki berbagai kebutuhan untuk melangsungkan
kehidupannya, termasuk kebutuhan biologis. Terkait penyaluran kebutuhan
biologis Allah sudah menggariskan bagaimana praktik penyaluran yang legal.
Penggunaan sex toys termasuk salah satu media penyaluran
kebutuhan biologis yang berkembang beberapa dekade terakhir. Sebagai sebuah
masalah baru muncul berbagai masalah dalam kasus kebolehan penggunaan sex
toys ini, di antaranya bagaimana pandangan mazhab Syafi’i dan mazhab
Hanbali dalam penggunaan sex toys,
dan apa yang menyebabkan perbedaan itu.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari permasalahan tersebut.
Untuk memperoleh jawaban yang diinginkan, maka penulis menggunakan teknik library
research untuk pengumpulan data yang diperlukan baik dari buku-buku yang
berkaitan, kitab-kitab yang mewakili mazhab serta literatur-literatur yang
menunjang penulisan skripsi ini. Selanjutnya penulis menganalisa bahan tersebut
dengan metode deskriptif komperatif. Kajian ini menghasilkan jawaban, di
mana mazhab Syafi’i menetapkan penggunaan sex toys dilarang karena
dianggap bertentangan dengan dalil syara’. Pertentangan yang dimaksud wujud
dari Q.S. Al-Mu’minun ayat 5-7. Di dalam ayat-ayat tersebut jelas Allah
menyebutkan praktik penyaluran kebutuhan biologis yang legal, sedangkan
penggunaan sex toys merupakan salah
satu bentuk penyaluran seks yang ilegal menurut Mazhab Syafi’i. Mazhab Hanbali
menyatakan bahwa penggunaan sex toys
menjadi legal apabila si pengguna berada dalam sebuah kondisi yang berpotensi
menjerumuskannya ke dalam perzinahan. Pembolehan ini dilandasi pada sebuah
kaidah yaitu “jika berkumpul dua bahaya, maka kalian wajiblah mengambil
bahaya yang paling ringan.”
Sabtu, 02 Februari 2013
Ini tanda - tanda jaminan selamat iman waktu mate
Ini tanda - tanda jaminan selamat iman waktu mate
- Membaca doa mawueot sehari semalam 25x
- Sembahyang malam 27 ramadhan
- Sembahyang malam 11 ramadhan
- Sembayang hadiah bagi mayit :melihat syurga waktu mati
- Tetap zikir / tawajoeh
- Sembahyang sunat selamat iman
- Sembahyang sunat taubat: amponan dosa orang diatas dan di bawah
- Baca qulhu 1 x selamat iman di waktu mate
- Sau yang tem dengoe wafet nabi selamat iman di waktu mate
- Sedekah itu mencengah mati jahat selamat iman waktu mate
- Siapa – siapa yang meu muliakan orang – orang alem, Allah muliakan seribu tahun ibadat benar
- Siapa sembahyang sunat hajat hana teurasa saket mate
- Baca bismillah sehari semalam 21 x
- Doa selamat iman (Allah humma anna imalana)
- Berkata (Astar Firuallah Hallazim Allazi Laila Haillaha Huwar Rahma Nurrahim Mulhaiyun Kaiyumul Lazi Layamutu Wa Atubuilai 4 X) sesudah magrib
- Perempuan memberi minyak kepala rambut suaminya dan janggot dan mengguting kumisnya dan memotong kukunya dan: Allah memberi dari pada air hariak maktum yaitu tuak yang suci dan memudahkan baginya ketika mati keluar ruhnya dan memperoleh kebun syurga dan lepas dari pada api neraka lalu siratul mustaqin.
- Selawat kepada atas nabi muhammad saw sehari semalam 10 x
NAMA- NAMA IBLIS SIKUREN9
Alhamdulilah keu Tuhan bandum iblis sikureng geu sebut nama
1. KHANZAB nama syaitan nyan jireloh insan ateh rueng donya di peuweweh lam sembahyang di petunyok peu kereja
2. WIlLHAN nama syaitan nyan di jih saboeh but di
kereja bak ie sembahyang di peu dayaan ladom tan basah tumet dua dirah
sapai han bulut singkai weh tuboeh baje ban lheh terika
3. ZALABUR
nama syaitan nyan sajan ureng meniaga jitemimang han sabe berat oh
seumekat are dua kayem mesulet di ureng mekat bak budok mehat hana
melaba
4. ANWAR
nama syaitan nyan di peukreh syahwat si manusia, ngen si meu zina
jimerakan han jiteupeu sou-sou dara rakan sahabat hana jipike jitop hate
manusia
5. WUSNAN nama syaitan nyan di daya insan petenget mata keu ibadat hana di pike sembahyang zikir han jikira
6. TABAR buet syaitan nyan meu ratoek - tatoek wate mate soudara, azeb ureng yang mate nyan hanco badan kenong siksa
7. RASEB
buet jih nyan lakau binoe di peu dawa oh di kaloen bak judo droe hanyum
sang tan mangat rasa waktu, makan atau tidur, bismillah tabaca pakayan
tasut beutalipat sinan sapat tempat ji peu daya
8. BATOEN buet jih nyan yang tan-tan di pengah na ji meusulet barang kajan iblis lapan yang keureja
9. ABIAT nama syaitan nyan beu that ta ingat ayat hadits di peungah tan beuna ayat hadits di peulaeh buet bak nabi;
loem di dengki khen ulama iblis sikureng kata turi ingat sare hai saudara sau tem iman jet keubat sau tem taubat ampoen dosa, ayat tuhan sinau loen khen supaya
jet bek cok sangka,(ya aiyuhal lazi na amanu taubatan nasuha ,taubat
lailahaillah, ingat beu that ayat AL-QURAN ma’na jih nyan khen ulama
ureng yang taubat dosa neuampoen menan khen nyan, ayat mulia menyo han
pateh karam iman NABI menan neusabda peuguna hudep dalam donya Tuhan
menyoe tan taubat asau neraka.
SIFET TUJOEH LAM TUBOEH INSAN
Sifet tu7oeh
Dum sifet tujoeh lam tuboeh insan
Beuta tepeu nyan Tuhan rasia
Rasia Tuhan nyan sifet Tuhan
Tiada laen dari padanya
Insan keusaksi tanda na Tuhan
Droeneh lam Alam bak insan Nyata
Nyata rasia bak tuboeh insan
Tujoeh sifet nyan hudep ngen nyawa
Nelimpah hudep bak nyawong insan
Ka meugrak diam limpah zat Esa
Nelimpah ilmai bak hate insan
Kana mauan rugoe ngen laba
Nelimpah kudrat bak tuleng urat
bandum limpahan bak poe yang Esa
Nelimpah iradat bak ulei insane
Laju pikiran bermacam rupa
Nelimpah samak meu dengoe insan
Pedengaran Tuhan u bak telinga
Nelimpah basar bak mata insane
Lemah lihatan walau beu seuma
Nelimpah kalam bak lidah insan
Rasia Tuhan Berkata-Kata
Nyan keh yang khen rasia Tuhan
Teusom Lam Badan Soe Teupeu Bahsa
Soe na teupeu nyan rasa grak diam
Seluruh badan koen grak bak gata
Cit menan nekhen lam careh hikam
Hadits janjoe ngan koen loen yang peuna
Seperti neu khen ahli ta sawoeh
Menoue phoen neuboeh bak uram kabar
Soe ka tupeu nyan bek daleu rakan
Zikir keu Tuhan lam tip-tip masa
Ngen nafas ek troen zikir keu Tuhan
Oh watei riwang yahu berkata - kata
Watei nafas troen Allah meu kalam
Oh wateu pulang yahu lom pula
Yang khen nafhi tip-tip bak alam
Sifet hak tuhan kon jipoe atra
Kon jipoe atra milek hah Tuhan
Geuperasianan Siat Bak Gata
Yang geu isebab tetap hak Tuhan
Yang na bak Alam hudep dan tenga
Yang tujoeh sefet bandum hak Tuhan
Yang keu yang khen isebab beuna
Hana hakikat bandum bak Alam
Poe punya banyang Alam semua
Cit menan nekhen nafi isebab
Neukaloen lambab nacipun asra
Lam kitap laen soe na ken dali
Kifayatul muftadi sou na peu nyata
Seperti nekhen tidak ku sembah
Selaen allah sebenar-benar
Itu kalimat puanya hak Allah
Hana ubedrah bak laen hamba
jika na sou khen laen ku sembah
Ibadat hansah ka cirek nama
Baitul muftadi jikhen hak Allah
Abuya pengah lam kitap kana
Sebab di alam hana ubeu drah
Sapeu tan jineh si uram ruma
Bandum jineh po seluruh Alam
Na mise bayang dengon umpunya
Menyoe grak po baroe grak bayang
Menyo han menan han meugrak gata
Menan cit langkah atawa linggang
Datang bak Tuhan teka kuasa
Menan cit pike hate lam badan
Zikir ke tuhan bele keu nira
Oh habeh hudep lam donya Tuhan
Dudoe tariwang unangroe baqa.
Langganan:
Postingan (Atom)
1
2
3
4
5
6
7
8
S
e
m
u
a
P
o
s
t
i
n
g
B
u
k
a
A
r
s
i
p
B
l
o
g